PASAR Johar, pasar tradisional Kota Semarang yang dulu pernah menjadi pasar terbesar di Indonesia. Dibangun pada tahun 1933 sebagai perluasan atas Pasar Pedamaran, yaitu pasar yang terintegrasi dengan pusat kota kuno, yaitu Alun-alun Kanjengan (rumah bupati) dan Masjid Besar. Pembangunan pasar itu diarsiteki Herman Thomas Karsten dengan menampilkan atap dengan lubang-lubang sebagai ventilasi udara, untuk mengantisipasi udara panas
Selanjutnya pada tahun 1960-an pasar ini diperluas dengan pendirian Pasar Ya'ik yang menggusur alun-alun. Pada akhirnya, bangunan Ndalem Kanjengan (bekas rumah Bupati Semarang tempo dulu) juga harus rata dengan tanah karena dipakai perluasan kawasan perdagangan Pasar Johar.
Keberadaan Pasar Johar yang merupakan pasar sentral Jawa Tengah dan sempat menjadi pasar terindah dan termegah di Asia Tenggara, menjadikan kawasan ini memiliki peran penting dalam perkembangan kota Semarang secara keseluruhan. Kawasan Perdagangan Johar merupakan area pusat jual-beli di Semarang yang terkenal dengan kelengkapan komoditinya, sehingga sampai kini kawasan ini menjadi salah satu pasar tradisional yang menjadi objek destinasi masyarakat Semarang.
Cuma pasar johar kini nyaris kehilangan identitas, semakin kumuh dan tidak teratur, serta menjadi bahan perdebatan antara keinginan memugar dan keinginan bertahan...Nasebmu naaaakk.....

